13 Feb 2013

Pemimpin Tak Boleh Memandang SARA

TAMIANG LAYANG – Sosok pemimpin yang baik, adalah mereka yang tidak memandang SARA. Seorang pemimpin, sudah seharusnya tidak membedakan identitas keturunan, agama, kesukuan ataupun golongan, dari masyarakatnya.
Sosok Yuren S Bahat, merupakan Calon Bupati Kabupaten Barito Timur (Bartim), Periode 2013- 2018 mendatang. Sosoknya, digadang- gadang sebagai pemimpin idaman masyarakat selama ini.
Hal tersebut, dilatarbelakangi sepakterjang Yuren, selama menjabat sebagai Wakil Bupati Bartim. Ia dikenal sebagai seorang bersahaja, dengan kepribadian tegas, adil dan bijaksana. Terlebih, ia adalah sosok yang menjunjung tinggi toleransi dalam bermasyarakat, tanpa memandang SARA.

12 Feb 2013

Yuren-Yusran Blusukan

TAMIANG LAYANG-Seperti halnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang terkenal dengan gayanya blusukan. Hal serupa juga dilakukan oleh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Barito Timur (Bartim) Periode 2013- 2018, Yuren- Yusran.Yuren-Yusran yang dikenal dengan gaya blusukannya itu kini melakukan kunjungan ke seluruh wilayah yang ada di Bartim guna menjalin silahturami dengan warga. Tujuannya sederhana, untuk mengetahui kondisi lingkungan serta masyarakat Bartim dengan benar. Sehingga dapat diketahui apa saja yang menjadi kendala dan permasalahan yang dihadapi masyarakat selama ini.Salah seorang warga di Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui Erau mengatakan, gaya blusukan yang dianut Yuren-Yusran disambut baik oleh warga.

9 Feb 2013

Pertambangan Harus Ramah Lingkungan

Ditulis oleh : Harian Umum Tabengan
TAMIANG LAYANG-  Salah satu visi yang dimiliki pasangan calon Bupati Bartim Yuren S Bahat dan Wabup Yusran Fauzi adalah meningkatkan pengelolaan SDA yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Visi dan misi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Dimana, banyak dari mereka mengharapkan adanya perbaikan terhadap pengelolaan pertambangan.
Penilaian tersebut, dilatarbelakangi pengelolaan pertambangan yang dilakukan Pemkab Bartim hingga saat ini belum dilakukan secara optimal.
Masyarakat menilai, pengelolaannya belum sepenuhnya ramah lingkungan. Terbukti, dari banyaknya dampak negatif yang diterima masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Hempitman, tokoh masyarakat Desa Pulau Patai, Kecamatan Dusun Timur, kepada Tabengan, Jumat (8/2).

8 Feb 2013

Pemangku Adat Harus Diperhatikan

TAMIANG LAYANG- Kabupaten Barito Timur (Bartim), merupakan wilayah dengan budaya serta adat istiadat yang kuat. Sehingga, keduanya yang diwariskan secara turun- temurun oleh nenek moyang haruslah dilestarikan, dan tak boleh dihilangkan begitu saja.
Budaya dan adat istiadat yang dimiliki suatu daerah merupakan kebanggaan sekaligus jati diri yang dimiliki masyarakat. Hal tersebut, perlu menjadi perhatian bersama, sehingga dapat dilestarikan dan dipertahankan agar tidak pudar bahkan hilang.
Para pelaku adat di setiap daerah, harus dihargai dan diperhatikan. Karena keberadaan mereka sangatlah penting, sebagai upaya melestarikan budaya dan adat istiadat yang dimiliki.
Mantir Adat Desa Hayaping Magayu mengatakan, saat ini nasib para pelaku adat di Bartim perlu mendapatkan perhatian. Kondisinya kian memprihatinkan, dikarenakan minimnya perhatian dari pemerintah.

7 Feb 2013

Pelaksanaan Proyek Perlu Dibenahi

TAMIANG LAYANG – Kabupaten Bartim merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Barsel, sehingga pembangunan harus dilakukan, terutama masalah infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana warga. Namun, pelaksanaan proyek infrastruktur itu perlu pembenahan.
Wajar jika Barito Timur (Bartim) setiap tahun melaksanakan sejumlah proyek yang mengarah terhadap pembangunan infrastruktur. Mengingat Bartim, memerlukan banyak pembangunan guna melengkapi sarana dan prasarana untuk masyarakat.
Namun, hal tersebut perlu mendapatkan pembenahan, karena banyak pihak yang menilai pengerjaan proyek di Bartim belum terlaksana dengan optimal.
Demikian disampaikan salah satu Tim Sukses Yuren-Yusran  Junaidi, kepada Tabengan, Rabu (6/2).