15 Okt 2012

Miliki Integritas Tinggi Membangun Bartim

Harian Umum Tabengan,  
YUREN S BAHAT
TAMIANG LAYANG – Kabupaten Barito Timur mencari pemimpin yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi dalam membangun daerah ini  lima tahun ke depan. Karen itu, sosok Yuran S Bahat sangat cocok dan sesuai dengan kreteria masyarakat.
Sejumlah kalangan di Kabupaten Barito Timur (Bartim) menilai kinerja Yuren S Bahat selama mendampingi Bupati Zain Alkim sangat baik.
Putra terbaik Bartim asal Desa Goha ini dipuji warga setempat karena memiliki integritas tinggi dalam membangun Gumi Jari Janang Kalalawah. Karena itu, warga sangat mendukung, jika  ia dicalonkan lagi menjadi kepala daerah di Bartim.  
Nevi, warga Bartim mengatakan, Yuren S Bahat merupakan generasi penerus dari kepemimpinan Teras Narang dalam membangun Kalteng.
Integritas dan Konsistensinya dalam membangun daerah Bartim bisa dilihat dari pengabdiannya selama 17 tahun. “Kami bangga memiliki Yuren S Bahat yang figurnya seperti pak Teras,” katanya, Sabtu (13/10), akhir pekan lalu.
Menurutnya, integritasnya dalam kurun waktu selama mengabdi di Bartim bisa dilihat dari profilnya, mulai dari Kepala Ranting DPU Bartim (1995-1998) hingga menjadi Kepala Cabang DPU Barsel periode 998-2001, dan  menjadi Kepala Dinas PU 2002-2009, sebelum menjawab Wakil Bupati Bartim.
Hingga kini, Sosok Yuren dikenal masyarakat dengan figur yang merakyat, tanpa mengenal batasan antara penjabat dan masyarakat.  Terlebih lagi, setiap tamu yang datang ke rumah dinasnya selalu menerima dan sering bercengrama.
“Bapak kami kenal sebagai sosok fiigur yang merakyat dan dekat dengan masyarakat dari berbagai lapisan. Selian itu, disiplin, ramah, dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Sosok Yuren, lanjut Novi, merupakan sosok yang langka dengan perbandingan satu berbanding seribu. Sangat didambakan masyarakat Bartim jika ia berlatar belakang dari anak petani untuk memimpin Barito Timur ke depan.
Sosok seperti ini yang layak memimpin Bartim lima tahun ke depan. Figurnya diharapkan membawa Bartim ke arah yang lebih maju dan sejahtera.
“Kita mengharapkan figur seperti Yuren yang menjadi pemimpin di Bartim. Keuletannya membangun Bartim juga sudah teruji, sehingga dia adalah sosok yang ditunggu masyarakat,” kata Novi. c-bib

13 Okt 2012

YUREN SIAP MERANGKUL SEMUA ELEMEN

Harian Umum Tabengan,  
 
TABENGAN – Yuren S Bahat menyatakan siap maju dalam Pemilu Kada Kabupaten Bartim 2013 mendatang. Untuk memuluskan keinginannya itu akan merangkul semua elemen masyarakat tanpa memandangan perbedaan.
Hal tersebut diungkapkan Yuren S Bahat, kepada Tabengan, Jumat (13/10). “Saya tidak pernah berhenti berkarya untuk Bartim. Karena itu, saya siap maju dalam Pemilu Kada, sepanjang masyarakat merestui niat kita,” ujar Yuren.
Yuren, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Bartim mengaku, pengabdiannya di Gumi Jari Janang Kalalawah selama 17 tahun, sejak Juni 1995 silam. Banyak pembangunan yang sudah diperbuatnya.
Sebagai bukti kesetiannya membangun wilayah Bartim ini,  Yuren merangkul semua elemen masyarakat, mulai dari Purnawiran, Pensiunan PNS, Putra-Putri TNI-Polri, Petani, Pendidik, Majelis Taklim dan berbagai  organisasi profesi.
"Untuk  membangun daerah ini, kita akan merangkul semua elemen dengan semua konsep yang ada. Saya tentu tak bisa bekerja sendirian tanpa adanya bantuan dan dukungan dari orang-orang yang memiliki kepedulian besar  terhadap pembangunan daerah ini dan pemberdayaan masyarakat," tambah pria kelahrian 10 Mei 1963 itu.
Bahkan, ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Netampin,  Kecamatan Dusun Tengah dan Tewah Pupuh, Kecamatan Benua Lima, Yuren selalu disukai masyarakat. Bahkan, ia tidak sungkan-sungkan minta foto bersama.
Tentu saja hal seperti ini tidak mudah ditemukan pada sosok pemimpin lain yang terkadang  memberi sekat antara pemimpin dengan rakyat.
“Setiap kali melihat masyarakat pedalaman di pelosok desa, saya selalu menaruh harapan untuk bisa memperbaiki hidup mereka dengan tekad mengabdikan diri,” ungkapnya.
Menurut Yuren, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan kepada masyarakat, sedangkan untuk individual sama seperti pepatah berduduk sama rendah berdiri sama tinggi. c-bib

12 Okt 2012

LANJUTKAN DAN MANTAPKAN PEMBANGUNAN DI BARITO TIMUR.



Meski Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Barito Timur baru berlangsung 2013 mendatang. Namun, sejumlah bakal calon kepala daerah sudah mengambil ancang-ancang untuk ikut dalam Pemilu Kada Bartim.
Diantara sejumlah kandidat itu muncul figure yang menyatakan siap bertanding dalam pesta demokrasi di Bartim. Figure itu adalah Wakil Bupati Barito Timur Yuren S Bahat.
Putra terbaik Bartim dari Desa Goha Kabupaten Kapuas ini, menyatakan siap melanjutkan dan memantapkan pembangunan di Bumi Jari Janang Kalalawah untuk periode 2013-2018, dengan visi misi membawa Barito Timur yang maju, berkeadilan, beriman, dan berbudaya.
Sementara visi dan misi yang diusung putra mantan Kepala Desa Goha sangat sederhana, realistis dan dapat diraih dengan berpadunya dengan seluruh komponen-komponen masyarakat di Bartim untuk mendukung pembangunan tanpa mempermasalahkan perbedaan di antara warga, karena menurutnya perbedaan itu indah apabila dihayati.
Karena itu Yuren selaku incumbent dalam Pemilu Kada Bartim 2013 ini siap membawa Bartim kearah yang lebih maju dan sejahtera, dengan mengandalkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) dan mengandalkan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.
Keinginan Yuren maju pada Pemilu Kada 2013 sangat kuat. Berbagai dukungan dari komponen masyarakat dari berbagai pedalaman dan kelompok organisasi terus mengalir, tak terkecuali dari istri tercinta Pertiwi LS Binti, anak-anaknya dan handal taulan.
Yuren diprediksi maju dalam Pemilu Kada 2013 Bartim melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun sebelum ditetapkan menjadi calon kepala daerah, Dia harus mampu menyisihkan kandidat lain yang sudah mendaftar di DPC PDI Perjuangan Bartim.
(sumber Tabengan 12 okt 2012)

ANAK PETANI MERAIH MIMPI DI TANAH YANG DIBERKATI



Yuren S Bahat dilahirkan di Desa Goha yang terletak dipinggir Sungai Kahayan menuju Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Bapak tiga anak ini dilahirkan dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya Sion Bahat dan Elisabet Rasad adalah petani.
Saat itu mereka mengandalkan penghasilan dari perkebunan karet. Disamping menyadap karet Sion Bahat juga dipercayakan masyarakat menjadi kepala desa. Namun di usia 4 tahun Yuren kecil bersama keluarga hijrah dari Desa Goha menuju Palangka Raya dengan menggunakan rakit bamboo melalui jalur sungai Kahayan.
Kepindahan satu keluarga ini ke Palangka Raya untuk mengubah nasib. Kedua orang tuanya memiliki tekad supaya anak-anaknya yang berjumlah 10 orang ini mendapat pendidikan yang layak. Setibanya di Palangka Raya kehidupan Sion Bahat sangat berat. Mereka hanya menempati barak terbuat dari  seng berukuran 4x8 meter. Sementara untuk memenuhi kehidupan sehari-hari orang tua Yuren bekerja secara serabutan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.
Dengan kondisi pekerjaan orang tuanya yang serba tidak menentu itu Yuren kecil juga ikut bekerja sebagai penjual es lilin dan kue, sambil berkeliling kota Palangka Raya. Dia berharap dari hasil menjual es lilin dan kue dapat meringankan beban orang tua. Rutinitas ini dilakukanya saat berada di bangku Sekolah Dasar. Alhasil Yuren kecil bisa memenuhi uang  jajan dan biaya sekolahnya.
Setelah mengenyam pendidikan di SMP dan SMA, Yuren remaja tidak lagi berjualan es lilin dan kue. Untuk memenuhi biaya sekolah dan lainnya, harus bekerja menyadap karet ke Desa Goha, namun aktivitas ini hanya dilakukannya saat liburan sekolah tiba.
Menariknya saat berada dikebun karet dia sering menghayal menjadi orang ternama dimuka bumi ini. Bahkan khayalan Yuren remaja ini semakin kuat ketika sebuah pesawat terbang melintas di atas areal perkebunan karet tempatnya bekerja khayalannya pun ingin naik pesawat terbang. Berkat kegigihanya meraih mimpi itu Yuren menjadi orang nomor dua di Bartim dan dapat naik pesawat.
Setelah menamatkan pendidikan di bangku SMA, Yuren remaja berniat melanjutkan pendidikan atau kuliah ke Pulau Jawa, Namun lantaran tidak punya biaya terpaksa melanjutkan pendidikan ke Banjarmasin mengikuti jejak sang kakak Ben Brahim S Bahat di Fakultas Teknik Sipil Universitas Lambung Mangkurat (Unlam).

20 Sep 2012

Tari Wadian Dadas Pukau Petinggi Belanda




TAMIANG LAYANG - Tarian Wadian Dadas yang dibawakan kontingen Kabupaten Barito Timur (Bartim) ternyata menarik perhatian para petinggi di Belanda. Hal tersebut terbukti saat pementasan tarian di Holland World Expo 2012, yang digelar di Kota Venlo, Netherland, September lalu. Dalam kesempatan tersebut, Bartim mendapatkan kehormatan mewakili Provinsi Kalimantan Tengah untuk membawakan tarian Wadian Dadas di negeri kincir angin tersebut. "Ini merupakan salah satu prestasi dari Kabupaten Bartim yang patut kita banggakan, dan tentunya harus dipertahankan," ungkap Wakil Bupati Bartim Yuren S Bahat di Tamiang Layang, Selasa (18/9) siang. Menurutnya, pementasan tarian tersebut berhasil menuai apresiasi tinggi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi dan kalangan undangan yang hadir. Bahkan karena tingginya antusias yang ada, usai pementasan tari, para penonton juga turut menari bersama. Yuren menerangkan, keberhasilan pementasan tersebut tak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkab Bartim untuk turut ambil bagian dalam ekspo tersebut. Selain itu, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Hal tersebut terbukti terhadap banyaknya penonton yang memberikan tepuk tangan pada saat pementasan, usai pembacaan proklamasi kemerdekaan di lokasi ekspo. "Hal tersebut merupakan kehormatan tersendiri bagi Kalimantan Tengah, khususnya Bartim. Ke depan, prestasi ini akan kita tingkatkan lagi, mengingat betapa terhormatnya khazanah budaya kita di negeri orang," ujarnya. Atas pencapaian tersebut, kata mantan Kadis PU Bartim itu, tim tari Bartim diberikan kepercayaan oleh Gubernur untuk tampil pada festival makanan Indonesia bulan Maret 2013 mendatang di Belanda. Yuren juga menjelaskan, kesempatan yang diberikan merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk melestarikan kebudayaan daerah yang saat ini tampaknya mulai digeser oleh modernisasi zaman. Selain itu, katanya, merupakan kesempatan bagi pemerintah setempat untuk memperkenalkan nama dan kesenian Kalteng di mancanegara. "Yang kita harapkan adalah kesenian Kalteng, khususnya Bartim, dapat memukau masyarakat internasional, dan tentunya juga dapat dikenal. Sehingga ada kemungkinan daerah kita akan menjadi pusat kunjungan para wisatawan atau turis asing yang ingin mengenal lebih dalam budaya dan kesenian kita," ujarnya. (did)

sumber Kalteng Pos Edisi Rabu 19 September 2012