Meski Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada)
Kabupaten Barito Timur baru berlangsung 2013 mendatang. Namun, sejumlah bakal
calon kepala daerah sudah mengambil ancang-ancang untuk ikut dalam Pemilu Kada
Bartim.
Diantara sejumlah kandidat itu muncul figure yang menyatakan
siap bertanding dalam pesta demokrasi di Bartim. Figure itu adalah Wakil Bupati
Barito Timur Yuren S Bahat.
Putra terbaik Bartim dari Desa Goha Kabupaten Kapuas ini,
menyatakan siap melanjutkan dan memantapkan pembangunan di Bumi Jari Janang
Kalalawah untuk periode 2013-2018, dengan visi misi membawa Barito Timur yang
maju, berkeadilan, beriman, dan berbudaya.
Sementara visi dan misi yang diusung putra mantan Kepala
Desa Goha sangat sederhana, realistis dan dapat diraih dengan berpadunya dengan
seluruh komponen-komponen masyarakat di Bartim untuk mendukung pembangunan
tanpa mempermasalahkan perbedaan di antara warga, karena menurutnya perbedaan
itu indah apabila dihayati.
Karena itu Yuren selaku incumbent
dalam Pemilu Kada Bartim 2013 ini siap membawa Bartim kearah yang lebih
maju dan sejahtera, dengan mengandalkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM),
Sumber Daya Alam (SDA) dan mengandalkan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.
Keinginan Yuren maju pada Pemilu Kada 2013 sangat kuat. Berbagai
dukungan dari komponen masyarakat dari berbagai pedalaman dan kelompok
organisasi terus mengalir, tak terkecuali dari istri tercinta Pertiwi LS Binti,
anak-anaknya dan handal taulan.
Yuren diprediksi maju dalam Pemilu Kada 2013 Bartim melalui
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun sebelum ditetapkan menjadi calon
kepala daerah, Dia harus mampu menyisihkan kandidat lain yang sudah mendaftar
di DPC PDI Perjuangan Bartim.
(sumber Tabengan 12 okt 2012)

TAMIANG LAYANG - Tarian Wadian Dadas yang dibawakan kontingen Kabupaten Barito Timur (Bartim) ternyata menarik perhatian para petinggi di Belanda. Hal tersebut terbukti saat pementasan tarian di Holland World Expo 2012, yang digelar di Kota Venlo, Netherland, September lalu. Dalam kesempatan tersebut, Bartim mendapatkan kehormatan mewakili Provinsi Kalimantan Tengah untuk membawakan tarian Wadian Dadas di negeri kincir angin tersebut. "Ini merupakan salah satu prestasi dari Kabupaten Bartim yang patut kita banggakan, dan tentunya harus dipertahankan," ungkap Wakil Bupati Bartim Yuren S Bahat di Tamiang Layang, Selasa (18/9) siang. Menurutnya, pementasan tarian tersebut berhasil menuai apresiasi tinggi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi dan kalangan undangan yang hadir. Bahkan karena tingginya antusias yang ada, usai pementasan tari, para penonton juga turut menari bersama. Yuren menerangkan, keberhasilan pementasan tersebut tak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkab Bartim untuk turut ambil bagian dalam ekspo tersebut. Selain itu, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Hal tersebut terbukti terhadap banyaknya penonton yang memberikan tepuk tangan pada saat pementasan, usai pembacaan proklamasi kemerdekaan di lokasi ekspo. "Hal tersebut merupakan kehormatan tersendiri bagi Kalimantan Tengah, khususnya Bartim. Ke depan, prestasi ini akan kita tingkatkan lagi, mengingat betapa terhormatnya khazanah budaya kita di negeri orang," ujarnya. Atas pencapaian tersebut, kata mantan Kadis PU Bartim itu, tim tari Bartim diberikan kepercayaan oleh Gubernur untuk tampil pada festival makanan Indonesia bulan Maret 2013 mendatang di Belanda. Yuren juga menjelaskan, kesempatan yang diberikan merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk melestarikan kebudayaan daerah yang saat ini tampaknya mulai digeser oleh modernisasi zaman. Selain itu, katanya, merupakan kesempatan bagi pemerintah setempat untuk memperkenalkan nama dan kesenian Kalteng di mancanegara. "Yang kita harapkan adalah kesenian Kalteng, khususnya Bartim, dapat memukau masyarakat internasional, dan tentunya juga dapat dikenal. Sehingga ada kemungkinan daerah kita akan menjadi pusat kunjungan para wisatawan atau turis asing yang ingin mengenal lebih dalam budaya dan kesenian kita," ujarnya. (did)